[KENAL MEMBER] THOVIK ALVATAH, LANGGANAN JUARA YANG TAK PERNAH BERHENTI BERKARYA

Penggemar berat radio ini, awalnya tidak menyukai musik, namun ketertarikannya belajar alat musik gitar membawanya memenangi berbagai ajang lomba dan kompetisi tingkat nasional.

Thovik Alvatah, baru mengenal alat musik gitar dan mulai bermain musik sejak kelas 3 SMP. Walaupun dengan kemampuan bermain gitar yang biasa saja, ia sudah mulai menciptakan lagu-lagu sendiri.


Bakat menciptakan lagu sebenarnya sudah terlihat dari usia 7 tahun, walaupun di usia yang terhitung masih kanak-kanak, Thovik kerap kali mengarang-ngarang nada dan lirik lagu anak-anak. Hal yang cukup luar biasa, mengingat ia tumbuh di lingkungan keluarga yang bukan musisi dan tidak ada yang menekuni bidang musik.


Mengasah keahlian bermain musik, khususnya gitar, tidak menjadi prioritas Thovik pada awalnya, karena ia bermain gitar dengan motivasi ingin menjadi seorang pencipta lagu yang bisa menghasilkan uang dari hasil karyanya. Bermodal penguasaan chord-chord gitar yang sederhana, pria asal Cilacap Jawa Tengah ini memulai petualangannya membawakan lagu-lagu karya sendiri.


Sumber referensi Thovik dalam menciptakan karyanya adalah radio. Bagi Thovik, tiada hari tanpa mendengar radio. Ia menyukai program tangga lagu (Top Ten), terutama tangga lagu untuk lagu-lagu pendatang baru baik dari radio maupun acara televisi. Tren lagu-lagu hits selalu diikuti sehingga ia hampir tidak pernah kehabisan ide, inspirasi maupun kreatifitas dalam menciptakan lagu-lagu baru yang tidak ketinggalan jaman dan selalu update dengan kondisi terkini.


Thovik sempat juga membentuk sebuah band yang merupakan langkah awal ia meniti karir lebih serius di dunia musik, namun kandas karena ia lebih menuruti kemauan orang tuanya untuk menjadi seorang PNS.

Tak surut walaupun karir band-nya harus berhenti di tengah jalan, Thovik tetap bersemangat mencari jalur lain untuk tetap bisa berkarya di bidang musik di sela-sela pekerjaannya sebagai PNS dengan mengikuti berbagai ajang lomba dan kompetisi cipta lagu.


Ajang CILAPOP alias CIPTA LAGU POPULER 2006 adalah salah satu pembuktiannya. Thovik Alfatah menjadi salah satu dari 10 (sepuluh) finalis dari ajang cipta lagu tingkat nasional yang diadakan oleh Trans 7 dan Sony BMG untuk mencari composer berbakat dari seluruh tanah air,setelah bersaing dengan ribuan peserta lain. Bersama dengan 10 finalis lainnya, di antaranya Indra Sinaga (Lyla) dan Novi Umar (composer “Jadikan Aku yang ke-2” dan “Aku Bukan Boneka”), ia mendapat kontrak dari Sony BMG dan karya lagunya dirilis dan dipopulerkan oleh Dudi, vokalis dari Yovie & Nuno.

Berkat ajang ini, Thovik memulai petualangannya sebagai composer, ia dipercaya sebagai pencipta lagu untuk 10 (sepuluh) lagu religi di tahun 2007-2008.

Kenyang pengalaman sebagai composer, mulai tahun 2013 Thovik kembali lagi menghidupkan hobi lamanya mengikuti berbagai ajang lomba cipta lagu tingkat nasional untuk mengasah kemampuannya di samping motivasi mendapatkan hadiah lomba yang memang cukup lumayan menggiurkan.


Prestasi Thovik Alfatah beberapa tahun terakhir ini di antaranya :

  • Juara 1 Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional

  • Juara 1 Lomba Cipta Lagu Gemarikan Tingkat Nasional

  • Juara 1 Jingle Holcim Tingkat Nasional

  • Juara 1 Hymne Institut Teknologi Negeri Kalimantan

  • Juara Jingle Honda

  • Juara Jingle GUIM Universitas Indonesia

  • Juara Jingle Tolak Angin

  • Finalis Lomba Cipta Lagu Anti Korupsi 2016 , 2017, 2018, 2019

  • Juara Cipta Lagu Anak LABC

  • Juara Cipta Lagu Sanitasi

  • Juara Cipta Lagu Jingle Sumatera Barat

  • Juara 2 dan juara 3 Cipta Lagu DAAI TV

  • Juara Jingle Melia loundry

  • Juara Jingle Chicken Sumo

  • dan lain-lain



Thovik mengaku tidak punya ritual atau kiat khusus tertentu yang membuatnya bisa langganan juara, namun ia mengaku kemampuannya semakin matang dalam menciptakan lagu karena sering berbagi dan bertukar pengalaman dengan sesama peserta kompetisi, terutama dengan pemenang atau finalis lainnya. Di samping itu ia selalu mencermati tema yang diperlombakan sebelum membuat lagu. Jurusnya yang lain adalah ia selalu membuat lagu dengan nada-nada yang ringan, sederhana, dan mudah diingat.


Saat ini selain kesibukannya sebagai PNS, Thovik juga masih aktif menciptakan karya-karya baru, terutama pesanan jingle atau lagu dari berbagai instansi, perusahaan, stasiun TV, maupun artis nasional. Ia telah membuktikan bahwa berkarya dan menghasilkan uang dalam bidang seni tidak melulu menjadi dominasi mereka yang berprofesi sebagai seniman saja. Berkarya bisa dilakukan siapa saja, di mana saja dan pada kesempatan apa saja.


Penasaran dengan karya-karya Thovik Alfatah?

Menutup KENAL MEMBER kali ini, kami bagikan juga beberapa dari sejumlah karyanya.








©2019 by iWmotion