Menghukum Pengamen Karena Menyanyikan Lagu Orang (oleh Antyo Rentjoko)

Penulis Antyo Rentjoko 16/11/2018 12:11 WIB

Sumber https://lokadata.id/artikel/menghukum-pengamen-karena-menyanyikan-lagu-orang


Menghukum pengamen karena dia menyanyikan "Sayang" yang telah dimasyhurkan Via Vallen?


Secara teoretis bisa. Tapi sejauh ini belum pernah terdengar pencipta lagu memperkarakan pengamen lantaran si pengamen tak meminta izin terlebih dahulu, padahal lagu yang dia bawakan itu untuk mencari uang.



Dalam kasus "Sayang" dan pengamen, semisal jadi perkara hukum, pihak yang mempersoalkan adalah si pencipta lagu — bukan Via Vallen — yakni Anton Obama.

Anton dua tahun lalu menyomasi Via karena sang biduanita dianggap mengaku sebagai pencipta "Sayang" (h/t RadarSemarang.com).


Menurut Dr. Besar, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Binus, Jakarta, pengamen memang dapat dijerat dengan UU Hak Cipta (h/t Rubric of Faculty Members, 2016). Pasal 9 ayat 3 tidak mengecualikan pengamen dari "setiap orang" yang dilarang menggunakan karya orang lain untuk kepentingan komersial.

Maka Besar pun memberikan catatan, "Sampai sekarang belum ditemukan keberatan yang diajukan oleh para pencipta/pemegang hak cipta terkait perilaku para pengamen ini."


Hak ekonomi dan Telmi


Pekan lalu Jerinx dari Superman is Dead marah terhadap Via Vallen karena lagunya, "Sunset di Tanah Anarki", dibawakan Via tanpa permisi. Masalah itu kemudian selesai.

Di luar sengkarut siapa pengunggah video Via berpentas ke YouTube, menurut UU Hak Cipta penampil yang membawakan lagu karya orang lain untuk kepentingan komersial harus meminta izin kepada pencipta.


Jika si penyanyi tetap berdendang sonder permisi, dia bisa dijerat dengan Pasal 113. Ancaman hukuman maksimum adalah penjara empat tahun dan/atau denda Rp1 miliar.

Dasar penjeratan adalah hak ekonomi pencipta lagu. Menurut Pasal 8, hak ekonomi adalah hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas karyanya.


Meskipun begitu, tetap ada jalur aman jika tak sempat permisi atau si pencipta belum menanggapi: memanfaatkan lembaga manajemen kolektif (LMK). Lembaga ini menjadi pemungut dan penyalur bayaran. Para pengguna LMK antara lain pengusaha resto dan stasiun televisi.


Contoh LMK adalah Wahana Musik Indonesia (Wami) dan Karya Cipta Indonesia (KCI). Untuk mempermudah royalti, pada 2016 Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memperkenalkan platform Telinga Musik Indonesia (Telmi).


Telmi itu untuk mengumpulkan data penggunaan lagu-lagu komersial yang biasa diputar di ruang publik. Menurut Kepala Bekraf Triawan Munaf, Telmi akan memberikan gambaran besaran royalti yang seharusnya diterima para musisi.


Lagu aman tanpa izin


Meskipun ada prinsip harus permisi untuk membawakan lagu ciptaan orang lain, tetap ada lagu yang aman, tak memerlukan izin untuk dinyanyikan demi uang.


Menurut Pasal 58, selewat 70 tahun setelah seorang penggubah lagu meninggal maka perlindungan hak cipta terhadap karyanya telah selesai.


Coba Anda cari, siapakah komponis lagu Indonesia yang meninggal lebih dari 70 tahun silam?


86 views

©2019 by iWmotion