[KENAL MEMBER] SAKA NUR ALFIANSYAH, 'NYEMPLUNG' MENJADI PRODUSER MUSIK KARENA FL STUDIO

Walaupun memang sedari kecil dari suka menonton pertunjukan organ tunggal dan orang bermain musik, Saka Nur Alfiansyah justru menapaki karirnya dan nyemplung di dunia musik karena ada seseorang yang memasang aplikasi FL STUDIO di laptopnya.


Saka sempat belajar musik di bangku sekolah dasar dengan les piano, tapi tidak ditekuninya dengan serius karena sering bolos.

Ia baru mulai serius sejak motif asmara melandanya kala melihat ada seseorang lawan jenisnya yang mampu bermain piano dan gitar.



Dengan bekal modus tingkat dewa, berharap dapat menarik perhatian si doi, Saka mengaku pada si doi bahwa ia menguasai semua alat musik - walau sejatinya cuma bisa main piano sebatas chord A minor dan chord C. Entah bagaimana kelanjutan kisah tersebut, sampai dengan artikel ini diturunkan, belum ada konfirmasi lanjutan dari yang bersangkutan, sehingga bisa kita duga usahanya tersebut gagal total.


Menginjak usia SMP, Saka remaja masuk pondok pesantren. Sejak itu ia mulai belajar piano dengan chord-chord yang lebih lengkap melalui YouTube dengan cara 'numpang' koneksi wifi dari ruang kepala sekolah, sehingga akhirnya bisa menguasai piano walau hanya menggunakan aplikasi di laptop.

Saka remaja juga sempat belajar dasar-dasar gitar, berguru dengan penghuni kamar sebelah, sesama anak pondok, sampai pada akhirnya dia mengaku menemukan fakta bahwa ternyata bermain bas itu mirip dengan main gitar tapi pakai 4 senar yang paling atas saja.


Saka remaja ternyata juga sempat belajar dasar bermain drum melalui temannya setiap kali mereka latihan musik di studio.


Sampai dengan menginjak kelas 3 SMP, dia sudah menguasai dasar-dasar bermain alat musik gitar, bas, piano, dan drum.


Kiprahnya memproduksi lagu dan musik berawal dari ketidaksengajaan, ketika ada saudaranya minta diajari FL STUDIO lantaran melihat aplikasi FL STUDIO terinstal di laptop Saka, padahal Saka sendiri merasa tidak pernah memasang dan tidak pernah memakai software tersebut di laptopnya.

Namun berbekal gengsi, sok tahu dan setengah 'songong', Saka remaja menjawab tantangan saudaranya itu untuk mengajari FL STUDIO yang ia sendiri tidak tahu apa-apa dengan cara diam-diam lihat tutorial, sehingga di mata saudaranya Saka bisa tampak seperti salah satu master FL STUDIO yang baru saja turun dari langit.


Namun akibat dari kejadian itu, Saka justru 'terjerumus' ketagihan memproduksi lagu dan musik, sehingga lulus dari SMP selain dari menguasai beberapa alat musik, ia juga sudah menguasai dasar-dasar produksi musik.


Menginjak masa SMA, Saka mulai banyak latihan karena ikut ekstrakulikuler musik dan paduan suara. Ilmu composing lagu dan harmonisasinya semakin terasah sampai pada akhirnya suatu saat ia bisa memenangkan sebuah lomba cipta lagu tingkat Kabupaten.


Menginjak masa kuliah di STMM MMTC Jogja, Saka bertemu dengan teman-teman yang sama-sama punya minat di bidang musik dan senang bermusik dan membentuk komunitas musik bernama SYMPHONIMA yang saat ini telah diakui sebagai salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) resmi di kampus tersebut.

Ada pengalaman unik ketika Saka dan teman-temannya baru membentuk SYMPHONIMA, ia dan timnya langsung bisa menyabet Juara 1 Nasional Lomba Video Kreatif Hari Konsumen Nasional yang diselenggarakan salah satu kementerian. Usai lomba itu popularitas SYMPHONIMA dan Saka di kampusnya langsung meroket.



Walau jurusan penyiaran yang diambil Saka semasa kuliah tidak ada pelajaran musik dan sangkut-pautnya dengan musik, ia tetap berusaha menggali teori musik dasar dan lanjutan dengan cara berdiskusi dan berbagi dengan teman-teman komunitasnya. Ia menyadari bahwa mempelajari TEORI juga penting untuk mendukung aktivitas bermusiknya yang selama ini dilakoninya cuma berbekal langsung PRAKTEK saja.


Saka juga banyak menimba pengalaman dan belajar tentang orkestra di masa kuliah lantaran sering diminta jadi soundman dan bagian dokumentasi orkestra. Berbekal pengalamannya itu pada Oktober 2019, ia nekat membentuk sebuah grup orkestra bernama MAHAKARYA STMM, walaupun ia mengaku sampai sekarang ia tidak bisa baca not balok. Namun kekurangannya itu dapat diatasinya dengan memanfaatkan teknologi, sehingga kegiatannya tetap dapat dilakukannya secara maksimal.



Berbekal kemauan keras untuk belajar di segala situasi dan kondisi, saat ini Saka Nur Alfiansyah mulai menuai hasilnya dengan berbagai aktivitas di bidang musik antara lain :

  1. Produser album musik dari beberapa band

  2. Arranger

  3. Composer.

  4. Mixing engineer live dan record.

  5. Scoring artist.

  6. Editing video, dll.

Beberapa referensi karya Saka Nur Alfiansyah :



  1. Sragen Aku Rindu (atas approval Bupati Sragen)

  2. Jingle PDK bersama POLDA SUMSEL.

  3. Bungong Jeumpa Orkestra (untuk P3PKN kepanjangan tangan dari Wonderful Indonesia)

  4. Wonderfull Indonesia versi Aceh.

161 views

©2019 by iWmotion