[KENAL MEMBER] PATRIA, ROCKER YANG 'SANTUY' WALAU SUKSESNYA SERING TERTUNDA

Jika ada pepatah mengatakan kegagalan adalah sukses yang tertunda, maka “rocker santuy” yang satu ini mungkin termasuk yang sering menunda sukses dalam perjalanan bermusiknya. Sempat beberapa kali memenangi festival band dan sepanggung dengan nama-nama yang cukup mentereng di jagat musik Indonesia seperti Indra M. Prasetyo (Kamaya and Mr. Postman), Bobby Yocbahawie (Pemenang #1 CILAPOP 2005), Alvin Eka Putra (Drummer Noxa, Deadsquad, CDC), serta beberapa kali dilirik oleh produser musik nasional, Patria Noor Kholiq memilih untuk lebih santai dan tetap bangkit ketika mengalami kegagalan demi kegagalan dalam karir bermusiknya.

Pria kelahiran Yogyakarta ini sedari kecil banyak mendengarkan musik dan lagu melalui radio, dan menginjak usia SMP mulai menyukai musik rock terpengaruh lagu-lagu Nirvana dan Green Day. Ketertarikannya akan beberapa band beraliran rock di masa itu lambat laun memotivasi Patria untuk bersama teman-teman mendirikan band pertamanya yang dinamainya “METEOR”. Latar belakangnya memilih nama “METEOR” itu sendiri ternyata bukan karena ia merasa mirip Dao Ming Tse, atau bukan juga karena ia fans berat drama TV taiwan berjudul “METEOR GARDEN” yang sedang booming saat itu, melainkan karena terinspirasi dengan tulisan “METEOR” yang terpampang di sebuah becak. Band ini bubar dengan sendirinya ketika para personilnya lulus dari bangku SMP.

Semasa SMA, Patria juga sempat membentuk band dengan nama “CHARACTER” bersama Indra M. Prasetyo (eks LIMA Band – Dreamband TV7, session player untuk beberapa artis nasional, Kamaya and Mr. Postman) namun band ini akhirnya juga bubar selepas para personilnya lulus dari bangku SMA.

Lulus dari SMA, Patria sempat bergabung dengan sebuah band yang digadang-gadang akan diproduseri sebuah label besar nasional, namun kandas karena entah kenapa tiba-tiba ia memutuskan untuk keluar dari band tersebut, demi fokus pada pekerjaannya sebagai sales salah satu MLM yang cukup punya nama juga di masa itu.

Kesibukan menjadi sales MLM ternyata tidak juga memadamkan jiwa rocker Patria sepenuhnya. Rindu bermusik membawanya membentuk band lagi bersama drummer Bobby Yocbahawie (Juara 1 Cilapop 2005 TV7) di tahun 2003 dengan nama “BANZAI” bergenre Japanese rock. Band ini sempat memperoleh animo yang luar biasa ketikar manggung dari kampus ke kampus, bahkan sampai diundang manggung di sebuah event besar di Ciwalk. Namun petualangannya di band ini juga harus berakhir ketika jadwal manggung dan agenda band ini sering bertabrakan dengan kegiatan Patria sebagai sales MLM keliling kala itu yang harus mengejar target.



Merasa telah mengambil pilihan yang salah dengan menjadi sales MLM, jiwa musik Patria terus meronta hingga pada akhirnya ia memutuskan berhenti total dari dunia MLM pada tahun 2005 dan kembali ke panggung musik dengan membentuk band bernama “AIZEN”, masih dengan genre Japanese rock. Dengan band inilah lelaki penyuka martabak dan empek-empek ini mulai menulis karya sendiri yang akhirnya dijadikan single perdana berjudul “Retak”. Debut single ini cukup lumayan sehingga waktu itu bisa masuk dalam album kompilasi JAPAN ROCK INDO BAND VOLUME 1. Band “AIZEN” sempat beberapa kali ganti personil, salah satu personil yang pernah mengisi posisi drummernya adalah Alvin Eka Putra (Noxa, Deadsquad, CDC).








Di akhir 2008, “AIZEN” merilis album perdana dengan judul “AIZEN” yang mendapatkan respon cukup baik namun terkendala kualitas rekaman yang kurang memenuhi standar audio yang layak karena masih minimnya pengalaman mereka dalam hal produksi album dan manajemen band.




Selain merilis sebuah album musik, band ini juga sebenarnya cukup eksis manggung bahkan sempat pernah menyabet predikat Juara 2 di Festival Musik La Piazza Kelapa Gading, sehingga dilirik oleh Farabi Music School Kelapa Gading untuk kerja sama, namun kerja sama itu pun kandas karena masih kurang siapnya band ini untuk bisa bersikap profesional dalam memenuhi syarat-syarat kerja sama yang diminta. Merasa frustrasi dengan kondisi dan beberapa kejadian serupa yang dialami band tersebut, Patria memutuskan keluar dari band “AIZEN” di tahun 2009.

Tak terlalu ambil pusing dengan kegagalan di “AIZEN”, tahun 2010 Patria kembali membentuk band formasi 5 (lima) orang dengan nama “PATRIOT”. Band “PATRIOT” yang digawanginya cukup lama bertahan di panggung musik maupun di studio rekaman. Mereka menghasilkan sekitar 12 – 15 master lagu dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun, bahkan salah satu single mereka berjudul “Dream High” terpilih menjadi OST film layar lebar “DREAM OBAMA” yang disutradarai Demian Dematra dengan peran utamanya Ayu Azhari. Single “LOVE SONG” yang sempat mengikuti ajang LIGA MUSIK DISTORSI pun juga dirilis ketika Patria masih aktif di band ini tahun 2014.




Namun di tahun 2017 band “PATRIOT” bubar disebabkan tidak ada kemajuan signifikan serta masing-masing personil sudah tidak fokus untuk membesarkan band ini. Lepas dari band ini, Patria masih mencoba bergabung dengan sebuah project band dengan nama “LAMPU TERANG” yang menghasilkan 1 single berjudul “Turun ke Bumi”. Tapi band ini pun tidak bertahan lama karena ketidakcocokan antar personil.

Kembali frustrasi karena terus mengalami kegagalan demi kegagalan, Patria sempat memutuskan untuk vakum bermusik di sepanjang tahun 2017, namun sebuah tawaran dari Novy Rock (vokalis dari Voodoo Band) pada penghujung tahun 2017 untuk bergabung menjadi vokalis “ROCK AVENGERS” untuk even “Tribute to Dream Theater” membuatnya kembali bergairah untuk bermusik, terutama dengan “ROCK AVENGERS” sampai saat ini.







Di luar band, Patria juga sempat beberapa kali mengerjakan project-project kolaborasi dengan rekan-rekan DISTORSI lain seperti Indra Wuri & Friends, Juangga, ALBUM KOMPILASI DISTORSI #01, dll.





Ada hikmah yang menurut Patria menurutnya bisa dijadikan pelajaran bagi rekan-rekan sekalian, bahwa attitude/sikap dan profesionalisme walaupun di bidang musik juga sangat mempengaruhi perjalanan kita dalam bermusik. Tidak hanya skill/keahlian bermusik yang perlu kita asah, namun juga kita juga harus terus memperbaiki attitude/sikap dan profesionalisme kita sehingga memudahkan kita dalam mencapai tujuan.

Hikmah lain yang dapat diambil dari perjalanan musik Patria adalah bahwa tidak terlalu penting berapa kali kita di-“sleding”, yang paling penting adalah berapa kali kita bisa bangkit.

Tetap selalu semangat! Tetap berkarya dan jangan takut kena sleding!

90 views

©2019 by iWmotion